Advertisement 300 X 250

Showing posts with label Internet-Networking. Show all posts
Showing posts with label Internet-Networking. Show all posts

Wednesday, June 1, 2011

Teori Dasar Jaringan Internet


I. DASAR-DASAR PERANGKAT KERAS JARINGAN KOMPUTER
Di dalam membentuk suatu jaringan baik itu bersifat LAN (Local Area Network) maupun WAN (Wide Area Network) membutuhkan media baik secara hardware maupun software.Beberapa media hardware yang penting didalam membangun suatu jaringan antara lain : kabel , ethernet card , repeater , hub ,bridge , dan router.

1.1 Kabel   
A.  Twisted Pair
Kabel merupakan media yang paling sering dan paling biasa digunakan untuk membuat jaringan contoh : UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twist Pair) , Thick Ethernet ,Fiber Optik dll.Kabel yang sering digunakan didalam media jaringan yaitu kabel UTP.
Karakteristik kabel UTP :
1.    Kabel yang merupakan kebel-kabel yang disusun berpasangan dan di twist satu sama lain.
2.    Untuk kabel jenis UTP,terdiri atas empat pasang.
3.    Kabel UTP biasa dapat melewatkan data dengan bandwidth sampai 10 Mbps sedangkan UTP kategori 5 dapat melewatkan data dengan bandwidth 100 Mbps.
4.    STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang bisa lebih dari 100 Mbps.



B. Kabel Koaksial
Kabel ini mempunyai bandwidth yang lebih lebar sehingga dapat digunakan komunikasi broadband (Multiple Channel).Kabel koaksial banyak jenisnya antara lain Thick Koaksial yang banyak digunakan untuk kabel Backbone pada instalasi jaringan Ethernet suatu jaringan.



C. Fiber Optik
Kabel mempunyai bandwidth yang lebih besar dari pada kabel yang lain.Karakteristik dari kabel ini tidak terpengaruh oleh adanya cuaca dan panas.   

1.2 Ethenet Card
Dikembangkan oleh Xerox Corp dan sekarang sudah diterima sebagai standart IEEE 802.3.Cara kerja Ethernet Card berdasarkan broadcast network yaitu setiap node dalam suatu jaringan menerima setiap transmisi data yang dikirim oleh suatu node yang lain.Ethernet menggunakan metode CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Acces / Collision Detection) baseband.Metode CSMA/CD merupakan suatu metode pengiriman yaitu sebelum paket data dikirimkan, setiap node melihat apakah network sedang mengirimkan paket data yang lain.Jika network sedang terjadi pengiriman paket data, maka node tersebuit menunggu sampai tidak ada lagi pengiriman paket data oleh node yang lain.Jika tidak ada pengiriman paket data yang lain maka node tersebut akan mengirimkan paket data.Jika pada saat bersamaan dua node mengirimkan paket data,maka terjadi collision/tabrakan.Hal ini diketahui dengan cara mengukur tegangan kabel, jika tegangannya melebihi tegangan tertentu maka terjadi collision.Jika terjadi collision, maka masing –masing ethernet card berhenti mengirimkan data kembali dengan selang waktu yang acak.Karena waktu tersebut secara acak, maka kemungkinan collision telah lanjut semakin kecil.
Setiap Ethernet card mempunyai alamat sepanjang 48 bit yang dikenal sebagai Ethernet address.

1.3 Repeater.
Fungsi utama repeater yaitu untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen kabel LAN lalu memancarkan kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen kabel yang lain.Dengan cara ini jarak antara kabel dapat diperjauh.
Penggunaan repeater antara dua segmen atau lebih segmen kabel LAN mengharuskan penggunaan protocol Physical layer yang sama antara segmen-segmen kebel tersebut misalnya repeater dapat menghubungkan dua buah segmen kabel Ethernet 10BASE2.

1.4 Bridge.
Fungsi dari bridge itu sama dengan fungsi repeater tapi bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater Bridge dapat menghubungkan jaringan yang menggunakan metode transmisi yang berbeda.Misalnya bridge dapat menghubungkan Ethernaet baseband dengan Ethernet broadband.
Bridge mampu memisahkan sebagian dari trafik karena mengimplementasikan mekanisme pemfilteran frame (frame filtering).Mekanisme yang digunakan di bridge ini umum disebut sebagai store and forward. Walaupun demikian broadcast traffic yang dibangkitkan dalam LAN tidak dapat difilter oleh bridge.


1.5 Switch.
Tujuan dalam menghubungkan LAN menggunakan repeater dan bridge adalah meningkatkan keleluasaan atas beberapa keterbatasan media komunikasi LAN. Alat penghubung ini mampu menambah jumlah perangkat jaringan yang terhubung dalam LAN.

1.6 Converter.
Converter dapat dianggap sebagai tipe divais yang berbeda daripada repeater, bridge, router dan dapat digunakan secara bersama-sama.Converter memungkinkan sebuah aplikasi yang berjalan dalam suatu system berkomunikasi dengan aplikasi yang berjalan dalam system yang lain yang berjalan di atas arsitektur network yang berbeda  dengan system tersebut.


II. TOPOLOGI JARINGAN

2.1 Topologi Bus
Topologi ini merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup , dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam topologi ini melewati dalam dua arah dalam sebuah kabel sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi. Topologi ini memiliki kekurangan yaitu apabila ada segmen kabel yang putus maka seluruh jaringan akan terhenti.




2.2 Topologi Ring
Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node,Signal mengalir dalam satu arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision ,sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat.Problem dari tipe topologi jaringan ini yaitu apabila segmen kabel putus maka seluruh jaringan akan putus.



2.3 Topologi Star
Karakteristik dari topologi jaringan ini bahwa setiap node berkomunikasi langsung dengan central node , traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.Jika salah satu segmen kabel putus , jaringan ini tidak terputus.



topologi star


III. ARSITEKTUR JARINGAN

3.1 Ethernet
Ethernet bekerja berdasarkan broadcast network , dimana setiap node meneriman setiap transmisi data yang dikrimkan dari suatu node yang lain.Cara kerja Ethernet sebagai berikut : sebelum mengirimkan paket data , setipa node memeriksa apakah network dalam keadaan sibuk atau tidak.Jika network busy , node itu menunggu sampai tidak ada sinyal di dalam network.Jika pada saat bersamaan ada dua node yang mengirimkan data , maka terjadi collision.Jika terjadi collision , kedua node
Menunggu dengan waktu yang acak.Implementasi Ethernet dapat dilakukan dengan berbgai media antara lain :
1.    10baseT : menggunakan kabel UTP , 10 Mbps , baseband.
2.    10base2 : menggunakan kabel thin coax , 10 Mbps ,baseband.
3.    10base5 : menggunakan kabel thick coax , 10 Mbps , baseband.

3.2 Token Ring
Untuk menghindari collision tidak menggunakan collision detect melainkan token passing scheme. Token passing scheme dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut: Sebuah token yang bebas mengalir pada setiap node melalui network.Saat sebuah node ingin mengirimkan paket  , node itu meraih dan melekatkan frame atau paketnya ke token.Sekarang token tidak dapat lagi oleh node yang lain sampai data itu sampai tujuannya.Jika telah sampai token dilepaskan lagi oleh originating station.Token mengalir di network dalam satu arah dan setiap station di poll satu-persatu.

3.3 ARCnet
Arsitektur ini menggunakan prinsip token passing scheme dan broadcast.Kecepatannya 2.5 Mbps dan 20 Mbps. Arsitektur ini  menggunakan topologi fisik star.Tidak dapat bekerja dalam satu bus sehingga jarang digunakan pada internetworking UNIX-DOS.

3.4 FDDI
FDDI (Fiber Distributed Data Intrface) digunakan dengan kabel fiber optic.Arsitektur ini bekerja berdasarkan dua ring konsentrik , masing-masing berkecepatan 100 Mbps ,  dengan menggunakan token passing scheme.
Salah satu dapat berfungsi sebagai back-up atau dibuat sebagai pengirim saja (mengirim dan meneriman dalam arah yang berbeda).Tidak compatible dengan ethenet ,  namun dapat dienkapsulasi dalam paket FDDI.


FDDI RING


3.5 CDDI
CDDI (Copper Distributed Data Interface) merupakan standart dari FDDI yang diimplementasikan pada kabel.Arsitektur ini  mencapai kecepatan 100 Mbps.Panjang segmen kabel lebih kecil 100 m (untuk jenis kabel STP) dan 50 m (untuk jenis kabel UTP).

IV. POLA OPERASI LAN

4.1 Peer to peer
Peer to peer adalah suatu pola operasi LAN dimana tiap PC memakai resource pada PC lain maupun memberikan resourcenya untuk dipakau  PC lain atau dengan kata lain dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.Misalnya  :windows for Workgroups , Windows NT ,Microsoft LAN Manager.
4.2 Client-Server
Model operasi LAN dimana suatu stasiun berfungsi sebaai server yang memberikan pola pelayanan ke stasiun lain (client) , dimana akses delakukan secara transparan dari stasiun client pada jaringan tersebut.
Jenis Pelayanan Client-Server antara lain :

1.    File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
2.    Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
3.    Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
4.    DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penympanan , manajemen dan pengambilan citra.
Misalnya : Linux , Novell.

V. IP ADDRESS

5.1 Pendahuluan
IP Address merupakan pengenal yang digunakan umtuk memberi alamat host internet. Format IP address adalah bilangan 32 bit yang tiap 8 bitnya dipisahkan oleh tanda titik. Adapun format IP Address dapat berupa bentuk ‘biner’ (xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx dengan x merupakan bilangan biner). Atau dengan bentuk empat bilangan desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik  bentuk ini dikenal dengan ‘dotted decimal’ (xxx.xxx.xxx.xxx adapun xxx merupakan nilai dari satu oktet/delapan bit).

IP address (yang berjumlah sekitar 4 milyar) dibagi kedalam lima kelas yakni:
Kelas A
Format                     : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama        : 0
Panjang NetID       : 8  bit
Panjang HostID    : 24 bit
Byte pertama       : 0-127
Jumlah                     : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP       : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP        : 16.777.214 IP Address pada setiap Kelas A
Dekripsi                    : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Kelas B
Format                     : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
Bit pertama        : 10
Panjang NetID       : 16  bit
Panjang HostID     : 16 bit
Byte pertama       : 128-191
Jumlah                      : 16.384 Kelas B
Range IP       : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP        : 65.532 IP Address pada setiap Kelas B
Deskripsi        : Dialokasikan untuk jaringan besar dan sedang

Kelas C
Format                     : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
Bit pertama        : 110
Panjang NetID       : 24  bit
Panjang HostID    : 8 bit
Byte pertama       : 192-223
Jumlah                     : 2.097.152 Kelas C
Range IP       : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP        : 254 IP Address pada setiap Kelas C
Deskripsi       : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil

Kelas D
Format                      : 1110mmmm.mmmmmmm. mmmmmmm. mmmmmmm
Bit pertama        : 1110
Bit multicast       : 28 bit
Byte inisial        : 224-247
Deskripsi               : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting
(RFC 1112)

Kelas E
Format                      : 1111rrrr.rrrrrrrr. rrrrrrrr. rrrrrrrr
Bit pertama        : 1111
Bit cadangan       : 28 bit
Byte inisial       : 248-255
Deskripsi       : Kelas E adalah kelas yang dicadangkan
untuk keperluan eksperimental.

Selain network ID, istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk  jaringan ialah Network Prefix. Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring (Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit.
Misalnya, ketika menuliskan network kelas A dengan alokasi IP 12.xxx.xxx.xxx, network prefixnya dituliskan sebagai 12/8. Angka delapan menunjukan jumlah bit yang digunakan oleh network prefix. Untuk menunjukan suatu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan: 167.205/16. Angka 16 merupakan panjang bit untuk network prefix pada IP address kelas B.

5.2 Pengalokasian IP address   
IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID menunjukkan nomor network, sedangkan host ID mengidentifkasikan host dalam satu network. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network ID dsan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address se-efisien mungkin.
Terdapat beberapa aturan dasar dalam menentukan network ID dan host ID yang hendak digunakan. Aturan tersebut adalah :
Network ID tidak boleh sama dengan 127
Network ID 127 tidak dapat digunakan karena ia secara default digunakan dalam keperluan ‘loop-back’.(‘Loop-Back’ adalah IP address yang digunakan komputer untuk menunjukan dirinya sendiri).
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255 (seluruh bit diset 1)
Network ID dan host ID tidak boleh semua bitnya diset 1, karena akan diartikan sebagai  alamat broadcast. ID broadcast merupakan alamat yang mewakili seluruh anggota jaringan. Pengiriman paket ke alamat ini akan menyebabkan paketini didengarkan oleh seluruh  anggota network tersebut.
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit diset 0)
Karena IP address dengan host ID 0 diartikan sebagai alamat network. Alamat network adalah alamat yang digunakan untuk menunjuk suatu jaringan, dan tidak menunjukan suatu host.
Host ID harus unik dalam suatu network
Dalam satu network, tidak boleh ada dua host dengan host ID yang sama.  

a.    Subnetting
Untuk mengefisienkan alokasi IP Address, dilakukan subneting. Subnetting ialah proses memecah satu kelas IP Address menjadi beberapa subnet dengan jumlah host yang lebih sedikit. Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet, digunakan subnet mask.
Kegunaan Subnetting
Kegunaannya adalah untuk memecah network ID yang dimiliki oleh suatu organisasi nenjadi beberapa network ID lain dengan jumlah anggota jaringan yang lebih kecil. Adapun hal ini dilakukan karena sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN, yang masing-masing jumlah hostnya tidak sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari network ID yang dimiliki organisasi tersebut. Hal ini dapat terjadi karena: teknologi yang berbeda, keterbatasan teknologi, ‘kongesti’ pada jaringan, dan hubungan ‘point-to-point’.
Subnet mask
Subnet mask ialah angka biner 32 bit yang digunakan untuk :
Membedakan network ID dan host ID.
Menentukan letak suatu host, apakah berada di dalam atau di luar jaringan.

Pada subnet mask, seluruh bit yang berhubungan dengan network ID diset 1. Sedangkan bit yang berhubungan dengan host ID diset 0. IP address kelas A misalnya, secara default memiliki subnet mask 255.0.0.0 yang menunjukkan batas antara nework ID dan host ID IP address kelas A. Dalam ‘subnetting’, proses yang ialah memakai sebagian bit host ID untuk membentuk subnet ID.
Dengan demikian jumlah bit yang digunakan untuk host ID menjadi lebih sedikit. Semakin panjang subnet ID, jumlah subnet yang dapat dibentuk semakin banyak, namun jumlah host dalam setiap subnet menjadi semakin sedikit. Dengan demikian, network prefix tidak lagi sama dengan network ID. Network ID yang baru adalah network ID ditambah subnet ID. Dan untuk membedakan dari yang lama digunakan istilah ‘extended network prefix’.

Dalam melakukan subnetting, kita harus terlebih dahulu menentukan seberapa besar jaringan kita saat ini, serta kemungkinannya dimasa mendatang. Untuk hal tersebut kita dapat mengikuti beberapa petunjuk umum berikut:
Tentukan dulu jumlah jaringan fisik yang ada
Tentukan jumlah IP address yang dibutuhkan oleh masing-masing jaringan.
Berdasarkan requirement ini, definisikan:
Satu subnet mask untuk seluruh network
Subnet ID yang unik untuk setiap segmen jaringan
Range host ID untuk setiap subjek

Cara paling sederhana dalam membentuk subnet ialah mengalokasikan IP Address sama rata untuk setiap subnet. Namun hal ini hanya cocok jika alokasi IP yang kita miliki besar sekali atau kita menggunakan IP privat, dan jaringan menjalankan protokol routing RIP versi 1. Jika kita ingin membuat jaringan dengan subnet berukuran berbeda, RIP versi 1 tidak dapat digunakan. Alokasi IP dengan subnet yang besarnya berbeda-beda sesuai kebutuhan disebut sebagai VLSM (Variable Lenght Subnet Mask). VLSM dapat menghasilkan alokasi IP yang lebih efisien.

Apa solusi bagi Internet di masa depan ? jawabannya adalah IPv6. Memiliki nama lain IPng (IP next generation), IPv6 merupakan protokol Internet baru yang dikembangkan untuk mengantisipasi perkembangan teknologi Internet di masa depan. IPv6 dirancang untuk berjalan diatas jaringan kecepatan tinggi (Gigabit Ethernet, ATM, Packet over Sonet) dan bersamaan itu pula dapat berjalan dengan optimal pada jaringan kecepatan rendah (Wireless).


5.4 IPv6
Mengapa dinamai IPv6 ? IP yang kita pakai sekarang disebut IPv4, menunjukkan versi protokol IP tersebut, yaitu versi 4. IPv6 dinamai demikian untuk menunjukkan bahwa protokol IP tersebut adalah protokol IP versi 6.
Sangat disadari bahwa IPv4 yang ada sekarang tidak mungkin dipindah secara langsung menjadi IPv6. Oleh karena itu IPv6 memiliki mekanisme transisi yang dirancang untuk memudahkan pengguna IPv4 untuk menjalankan IPv6 diatas IPv4 untuk sementara waktu tanpa perubahan yang berarti.

5.5 Fitur yang dimiliki IPv6
IPv6 memiliki beberapa fitur yang mampu mengantisipasi perkembangan aplikasi masa depan dan mengatasi kekurangan yang dimiliki pendahulunya, yaitu IPv4. Fitur-fitur tersebut adalah :
1.    Jumlah IP address yang sangat banyak. IPv6 terdiri dari 128 bit, dengan jumlah IP address yang dapat dipakai mencapai 3.4 x 10^38 IP address. Jumlah ini sangatlah besar, sehingga apabila nantinya setiap penduduk dunia (7 milyar) memiliki 10 milyar IP address, dan manusia sudah menjadikan Mars sebagai planet tempat tinggal kedua setelah Bumi, maka IP address ini masih dapat dipakai oleh seluruh penduduk Mars (asumsi jumlahnya sama-sama 7 milyar, dan masing-masing memiliki 10 milyar), maka alokasi IP address bagi penduduk Bumi dan Mars ini baru mencakup 1 persen dari alokasi alamat IPv6 yang ada! Alokasi IP address yang sangat banyak ini berguna untuk memberikan IP address kepada hampir semua perangkat yang ada di sekitar anda, mulai dari mobil, lemari es, jam tangan, pintu, jendela, bahkan pada celana anda!
2.    Autoconfiguration. IPv6 dirancang agar penggunanya tidak dipusingkan dengan konfigurasi IP address. Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi. Autoconfiguration nantinya sangat berguna bagi peralatan mobile Internet karena pengguna tidak direpotkan dengan konfigurasi sewaktu ia berpindah tempat dan jaringan.
3.    Sekuriti. IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki sekuriti yang optimal bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya transaksi e-commerce.
4.    Quality of Service. IPv6 memiliki protokol QoS yang terintegrasi dengan baik, sehingga semua aplikasi yang berjalan diatas IPv6 memiliki jaminan QoS, terutama bagi aplikasi yang sensitif terhadap delay seperti VoIP dan streaming video.

VI. DNS
A.Pendahuluan.
Dalam berkomunikasi, antar komputer sudah cukup menggunakan alamat ip. Namun karena keterbatasan kemampuannya, manusia memerlukan sebuah nama untuk saling kenal dan oleh karena itu DNS ada.Keberadaan DNS ini bersifat terdistribusi di seluruh dunia.Dengan pendistribusian ini,masing – masing organisasi bertanggung jawab atas database yang berisi informasi mengenai jaringannya sendiri.Misalnya DNS server ITB hanya bertanggung jawab atas domain itb.ac.id.
Informasi yang disimpan dalam DNS server berupa alamat IP dan namahost.Oleh karena itu format penamaan host harus konsisten untuk semua host.Format penamaan host di internet dibuat membentuk hierarki.Skema hierarki tersebut membentuk tree.Satu titik atau node membentuk tree memiliki beberapa subnode, dan setiap subnode membentuk beberapa tree yang memiliki beberapa subnode.Setiap node memiliki label yang disebut domain.Domain ini bisa berupa namahost,subdomain atau top level domain. Nama domain di dunia dipecah menjadi .com .org .edu  .gov dan .mil dan di Indonesia diubah sedikit menjadi .co.id .or.id .ac.id .go.id dan .mil.i
Domain teratas ialah root domain.Domain ini ditulis dalam bentuk titik(“.”). Semua node yang berada tepat dibawah root domain adalah top level domain.Node yang berada tepat dibawah top level domain disebut seconde level domain dan semua node yang berada di bawah second level domain disebut third level domain.
Sebagai contoh :
Web.master.arc.net
Tanda ”.” menunjukkan Root Domain.
net menunjukkan top level domain.
arc menunjukkan second level domain.
master menunjukkan third level domain.
web menunjukkan nama host/komputer.

Resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab pertanyaan program aplikasi tentang domain.Resolver akan menjawab pertanyaan dengan dua cara yaitu
melihat isi cachenya (apabila pertanyaan tersebut pernah ditanyakan dan jawabanya disimpan dalam cache.
Bertanya / query kepada dns server lokal serta menginterpretasikan hasilnya.

DNS Server terdiri atas 3 jenis :
Cache, jenis ini tidak mempunyai data nama – nama host dari domain tertentu.Ia hanya mencari jawaban dari beberapa dns server dan menyimpan hasil di dalam cachenya untuk keperluan mendatang.
Primary (master) , adalah dns server yang memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya.Misalnya server ns1.itb.ac.id memegang otoritas penuh atas domain “itb.ac.id”
Secondary (slave), adalah backup dari primary server apabila primary servernya crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya.Secondary server juga memuat daftar lengkap dari sebuah domain, sama seperti primary server.

Misalnya seorang pengguna yang berada dalam jaringan atau network itb, dengan menggunakan browser internet explorer mengakses situs www.worldfriend.web.id. Maka langkah pertama yang dilakukan browser adalah bertanya kepada resolver di komputer tsb berapa ip address dari www.arc.itb.ac.id.Resolver akan mencari jawaban dengan melihat isi dari cache.Apabila situs tersebut pernah diakses sebelumnya maka informasi mengenai situs tsb(ip address) telah ada dalam cache dan resolver akan segera memberitahu jawabannya ke browser.Namun bila jawabannya belum ada dalam cache,maka resolver akan mengontak dns server lokal yang menjadi defaultnya( dns server itb) dan memberi jawabannya ke browser.
Dalam kasus yang berbeda jika name server tidak mengetahui jawabannya (atau name server tidak autoritative untuk zona tsb .Maka name server ini akan bertanya kepada name server lain yang lebih autoritative yaitu Root DNS.Root DNS pasti mempunyai database yang dimaksud dan memberikan kepada dns server lokal.Root DNS memuat seluruh daftar nama yang ada di dunia.Dan Root DNS server ini tidak hanya terdiri atas satu server saja melainkan sekitar 13 server yang diletakkan di seluruh dunia.
Misalnya seorang pengguna yang berada dalam jaringan atau network itb mengakses situs http://www.google.com.
Resolver akan mencari jawaban di cache, apabila ada maka langsung diberikan ke browser dan apabila tidak ada maka resolver akan mengontak dns server lokal.Apabila jawabannya ada maka langsung diberikan ke browser.Apabila jawaban yang dicari tidak ada dalam dns server lokal( dns server itb=untuk zone itb), maka dns server lokal akan mencari jawaban ke dns server yang lebih autoritative yaitu Root DNS server.Root DNS kemudian memberikan jawabannya ke dns server lokal  yang pada akhirnya menyampaikan jawaban ke client tadi

D.Konfigurasi DNS Server
DNS diimplementasikan oleh sebuah software bernama BIND (Barkeley Internet Name Domain).Bind dalam pekerjaan sehari – hari dinamakan named.
Secara umum file –file yang dibuat adalah:
Named.conf
File database domain
File database reverse domain

Read more »

Tuesday, May 31, 2011

Tips mempercepat Koneksi Internet Telkomsel Flash Unlimited


Sampai saat ini saya masih merasakan kalau Telkomsel Flash Unlimted tidak segarang promosinya, artinya koneksi ini tidak secepat apa yang dipromosikan. Setidak – tidaknya ini berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini. Bahkan untuk melakukan test bandwidth pun hampir tidak pernah sukses dilakukan.
Uji coba ping ke google.com hasilnya rata – rata 500 ms, bahkan lebih sering diatas itu.
Berikut ini tips menjaga stabilitas koneksi dan mempercepat koneksi Internet :
1. Yakinkan lokasi anda termasuk dalam coverage area 3G atau GPRS yang stabil.
2. Kalau anda yakin mendapat signal 3G yang stabil, rubah setting modem anda menjadi 3G Only, atau anda bisa memiliih opsi GPRS Only.
3. Penggunaan opsi 3G Preferred atau GPRS Preferred akan memaksa modem berganti – ganti tipe koneksi. Hal inilah yang membuat koneksi rentan putus.
4. Penggunaan APN silih berganti pun cukup efektif untuk mempercepat koneksi. Untuk paket Telkomsel FLash Unlimited disediakan dua buah APN : telkomsel dan internet. Usahakan ganti APN anda apabila dirasakan koneksi saat ini sedang drop.
5. Menggunakan bantuan proxy, public open proxy memang tidak disarankan karena mengandung kerawanan dari sisi security pencurian data dan penularan virus. Namun bila terpaksa menggunakan open proxy, guna kan secara berhati – hati dan usahakan tidak melakukan hal – hal yang mengandung data pribadi seperti login email, memasukan data kartu kredit, berbelanja online, dll.So, Selamat mencoba

keep share
Read more »

Monday, May 30, 2011

Teori Repeter Hotspot dan RtrwNet


Salam untuk Komunitas Hotspot dan RTRW Net..
Sedikit sharing teori tentang bagaimana mengembangkan jaringan RTRW Net untuk mempercepat penetrasi Internet di lingkukan kita masing-masing
Sesuai judul "Teori Repeater Berantai" adalah sebuah ide supaya jaringan RTRW Net berkembang menjadi "Kelurahan Net", atau bahkan "Kecamatan Net"
asal jangan "nDesa Net", agak kampungan soalnya

Caranya adalah dengan memanfaatkan masing-masing dari client kita menjadi Repeater.
Berikut bagian-bagiannya:
1. Jika ada client yang menggunakan PC, sarankan client tersebut menggunakan AP untuk menerima sinyal wifi, kemudian set sebagai repeater, dan jika mau curang sedikit, pasang kabel power listriknya sedemikian rupa sehingga sulit untuk dimatikan, di tambah supaya client tersebut jangan pernah mematikan AP, bilang kepadanya juga kalo sering dimatikan alatnya bisa rusak, dan bilang juga makan listriknya hanya kecil kurang lebih 5-10 watt (mengenai watt ini beneran)
2. jika mau fair, terus terang bilang ke client pemilik repater, bahwa alat yang di pasang ini digunakan juga sebagai repater, jadi jangan pernah dimatikan, dan sebagai kompensasi, berikan potongan harga langganan hotspotnya. mengenai potongan harga ini bisa fix atau tergantung jumlah client yang ikut di repeater tersebut, misalnya 10rb per client yang ikut repeater tersebut.
3. pasal 1 & 2 juga berlaku untuk client dengan laptop, tapi client ini dapet sinyalnya hanya di teras atau atas genteng, sarankan client ini untuk menggunakan repeater.
4. untuk pengadaan perangkat suruh pelanggan ini kasih deposit/uang titipan seharga perangkat, minimal langganan harus 6 bulan, jika kurang 6 bulan keluar dari pelanggan, uang deposit dikembalikan tapi tidak penuh, karena alasan kita sudah membelikan alat tersebut dan kita beli sebagai barang bekas. uang deposit adalah sebagai jaminan karena kita menitipkan perangkat, jika perangkat hilang atau dirusakkan, deposit tidak dikembalikan.
6. sebelum menawarkan system deposit, sarankan dulu client ini untuk membeli semua perangkat yang dibutuhkan, tapi kalo keberatan baru tawarkan cara deposit
5. untuk membuka daerah baru di kampung sebelah, beranikan untuk kasih 1 langganan gratis untuk rumah paling strategis terpilih yang di tumpangi repeater, pengadaan perangkat dari kita sendiri. harus berani tambah modal, tapi tergantung nego juga.
6. set node repeater yang bekedudukan sebagai backbone repeater dengan mode WDS, WDS mode paling baik koneksinya untuk repeater, tapi akan menurunkan performa network secara keseluruhan.
7. set node repeater yang berkedudukan hanya sebagai end user atau hanya sedikit client dengan mode universal repeater atau repeater tanpa WDS.
8. untuk backbone, gunakan AP yang berkualitas, saran saya gunakan minimal sekelas linksys wrt54gl, supaya koneksi antar node lancar, ping juga lancar. dan semua menggunakan antena omnidirectional outdoor
9. supaya kelangsungan bisnis lancar, usahakan (setengah memaksa) semua client berlangganan secara bulanan, ini untuk mempermudah perhitungan kebutuhan bandwidth dengan jumlah pelanggan. gak usah main voucer2-an, disamping ribet, kebutuhan bandwidth tidak bisa di prediksi.
10. gunakan client bandwidth limiter dan user management yang paling sesuai (saran pake mikrotik)
11. antisipasi serangan virus jaringan dari setiap komputer pelanggan dengan install patch yang up-to-date, contohnya virus yang paling memusingkan jaringan rtrw net adalah virus Kido/Conficker/Downadup, patch dengan KB958644 untuk Windows
12. pasang firewall jika diperlukan
13. gunakan cached proxy server jika kebutuhan bandwidth terasa kurang. penggunaan proxy server dengan cache bisa menghemat bandwidth sampai sekitar 25%
Dengan demikian pengelolaan Bandwith tidak boros dan lebih utama terbagi merata di tiap client





Read more »

Monday, May 16, 2011

Bullet M2HP Solusi Akses Point untuk HotSpot


Paket BulletM2HP Bisa Digunakan UntukAP Hotspot Atau Client Dengan Power 600mW yamg Bermain Difrekwensi 2.4Ghz
Perangkat Outdoor Radio AP yang menggunakan frekwensi 2.4GHz.
Bentuknya sangat mungil dan praktis (hanya sepanjang pena). Power wireless Bullet2-HP mencapai 600mW, support mode AP, AP-WDS, Station dan Station-WDS dan diperkuat dengan chipset Atheros. Prosesor dan memori lebih tinggi dari Bullet2HP
Paket Terdiri Dari : 1x BulletM2HP 600mW
                            1xAdaptor 24Volt 1Ampere
                            1xPower Over Ethernet
Read more »

Sunday, April 24, 2011

Menristek : WiMax Jangan Sampai 'Gagal'


 Teknologi WiMax digadang-gadang bisa menghadirkan internet murah dan luas. Namun Menristek mewanti-wanti Indonesia untuk belajar dari GSM dan CDMA, jangan sampai WiMax juga 'gagal'.

"Sudah cukup sampai di sini saja. Kita jangan sampai seperti saat GSM dan CDMA masuk ke sini. Kita hanya jadi konsumen saja, tanpa memiliki kesempatan untuk ikut menikmati pasarnya," kata Menristek Kusmayanto Kadiman kepada detikINET usai launching software jBatik v 2.0 di Blitz, Parisj Van Java, Rabu (27/5/2009).

Menurut pria penggemar bonsai ini, sudah waktunya Indonesia memanfaatkan jumlah populasi yang besar sebagai kekuatan.

"Sekarang dibalik, bukan saatnya lagi berpikir untuk memberi makan 240 juta mulut. Tapi dari 240 juta ini bisa menghasilkan ide kreatif seperti apa yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis," katanya.

Kaitannya dengan WiMax, Kusmayanto menegaskan bahwa industri lokal tetap harus masuk dalam proyek WiMax. Walaupun secara teknologi belum sempurna betul, namun hal itu lebih bagus ketimbang seluruh perangkat diimpor seperti yang sudah terjadi pada layanan 2G dan 3G.

"Daripada kayak kemarin. Kita harus paksa industri lokal untuk terus mengembangkan produknya," tegasnya.

Disinggung mengenai kewajiban performa operator pemenang tender, dia mengungkapkan situasi itu bisa disiasati dengan menurunkan tingkat kandungan lokal yang wajib dipenuhi operator.

"Ini yang menjadi masalah. Sekarang saya tanya, lebih baik standarnya diturunkan tapi nanti industri lokal jadi tumbuh semua. Atau standarnya langsung tinggi, tapi hanya sekali itu saja? Kalau saya memilih diturunkan asal terus tumbuh," ungkapnya

Kusmayanto juga mengatakan bahwa pemerintah bisa saja melakukan intervensi. Walaupun saat terjadinya intervensi akan menimbulkan tendensi negatif, namun Kusmayanto yakin bahwa untuk sesuatu yang baik maka intervensi bisa dilakukan.

"Dulu GSM sampai muncul istilah Geser Sedikit Mati. Karena sangking jeleknya. Tapi toh orang masih pada pakai saat itu. Tapi kan lambat laun membaik, begitu pula dengan tender WiMax. Kalau jelek di awal ya harap sabar. Pasti akan semakin baik kok," pungkasnya.

Sumber:
http://www.detikinet.com/read/2009/05/28/114540/1138595/328/menristek-wimax-jangan-sampai-gagal
Read more »

Thursday, April 14, 2011

Pemahaman yang keliru tentang WiFi


    Beberapa anggapan yang sering salah tentang teknologi WLAN atau WiFi terutama bagi mereka yang baru berkecimpung di dunia perangkat jaringan wireless sehingga apa yang menjadi tujuan dari sebuah jaringan wireless yang diinginkan menjadi kurang maksimal.



1. Power Besar akan menghasilkan jarak yang lebih jauh.
Anggapan ini keliru besar, karena Wireless bersifat dua arah, pemancar dan penerima. Selain Daya pancar (Tx Power) yang besar, dibutuhkan juga Penerima yang sensitif (Receiver Sensitivy). Oleh sebab itu, dalam memilih sebuah Radio wireless, selain Daya pancar (dalam satuan mWatt atau dBm -> 200 mWatt = 23 dBm), di perhatikan juga Sensitifitas Penerima (Contoh: Senao 2611: -89dBm @ 11Mbps, Orinoco Gold 802.11b “Classic” -82 dBm @ 11Mbps, Linksys WRT-54 -89 dBm @ 11 Mbps, Belkin F5D6020 -76dBm @ 11Mbps). Ini yang menyebabkan walaupun Linksys WRT-54 dengan Firmware DD-WRT bisa di set hingga TX Power 251 mWatt tetapi daya jangkau tidak akan sejauh Senao 2611-CB3+ (Sensitifitas Penerimaan Senao unggul 9dB! artinya sama dengan perbedaan 100mWatt dengan 800mWatt, sedangkan pada power 251mWatt Linksys WRT-54 membawa Noise level yang cukup tinggi)
2. Booster (penguat daya) akan selalu menambah jarak jangkau
Sama dengan butir 1, tidak selamanya besar. Menambah daya pancar dengan booster, juga akan memperkuat Noise. Seringkali dengan penambahan Booster sebaliknya akan memperpendek jarak jangkau. Yang perlu diperhatikan adalah Rasio Sinyal terhadap noise (S/N/ ratio), yang harus dipertinggi adalah Rasio Sinyal terhadap Noise. Oleh karenanya, lebih baik meningkatkan Penguatan (Gain) antenna (karena bersifat resiprokal: Pancar dan Terima)dan relatif tidak memperbesar Noise.
3. Antena Omni 15 dB akan memiliki jarak jangkau yang sama dengan Antena Directional 15 dB
Dalam hal di udara tidak ada pengguna lain (frekuensi benar-benar kosong), hal ini berlaku. Tapi dalam kondisi umum, di mana penggunaan frekuensi sudah sangat padat, Antena Directional akan jauh lebih baik, karena beamwidth yang lebih sempit.
4. Radio wireless dengan merk yang sama akan memberikan kinerja yang lebih baik
Yang menentukan kinerja sepasang Radio Wireless adalah spesifikasi Chipset yang digunakan (Misalnya: Atheros, Prism/Conexant, Broadcom, Ralink dll)dan algoritma Firmware yang digunakan (Firmware adalah Software yang ditanam dalam Chipset). Sering terjadi dalam Merk dan Tipe yang sama, sebuah Radio menggunakan Chipset yang berbeda (Contoh: dLink DWL-G510 versi B1 menggunakan Atheros, sedangkan versi C1 yang sekarang beredar di pasaran menggunakan Ralink). Radio yang memiliki Chipset yang sama DAN Firmware yang sama akan memberikan kinerja terbaik.
5. Semakin tinggi antenna dari tanah akan semakin baik
Tidak selamanya benar. Antena Pemancar dan Penerima akan maksimal jika berada pada fokus beamwidth. Pada setiap rancangan Antena terdapat spesifikasi Beamwidth Vertical dan Horizontal, selebar mana (dalam derajad) penguatan akan berkurang 3dB dari titik Focus. Utamanya pada Antena Omni berpenguatan besar diatas 15dBi Beamwidth Vertical hanya setipis 5 derajad, artinya pada 5 derajad dari arah tegak lurus, penguatan akan berkurang menjadi 12 dB dstnya. Hal ini menyebabkan areal di bawah Antenna tersebut nyaris Blankspot pada saat Antena diletakkan 15-25 meter di atas tanah.
6. Semakin tinggi dBi antenna akan semakin baik
Tidak selamanya benar. Mengacu pada point 5 Antena Pemancar dan Penerima akan maksimal jika berada pada fokus beamwidth. Pada setiap rancangan Antena terdapat spesifikasi Beamwidth Vertical dan Horizontal, selebar mana (dalam derajad) penguatan akan berkurang 3dB dari titik Focus. Biasanya semakin tinggi gain antena maka semakin kecil vertikal beamwidth. Hal ini menyebabkan antena grid yg 24dBi akan lebih jelek hasilnya dibanding dengan omni 10dbi jika di akses langsung di bawah antenanya. begitupula dengan antena omni 20dBi akan lebih kecil signalnya jika diakses dengan laptop langsung di bawah tower.  sehingga pemilihan gain antena di sesuaikan dengan kebutuhanya, jika untuk hotspot dan diakses dengan laptop maka pilih antena dengan gain yg kecil. dan jika untuk RT RW Net jarak yg lumayan jauh pilih gain antena yg tinggi.
sumber: antarlangit.com

Sudut Pancar Antena (Beamwidth)


contoh beamwidth antena omnidirectional 15 dBi 360° (atas) dan omnidirectional 11 dBi 360° (bawah)
Dilihat dari karakteristik di atas, kita bisa lihat bahwa antena yang gain lebih besar maka sudut pancar vertikalnya makin sempit. Ini berarti jika kita memasang antena omni 15 dbi di atas tower setinggi 15 m maka dipastikan jika anda menggunakan laptop kurang dari < 20 meter atau pas di bawah tower, maka tidak akan konek ke radio AP walaupun sinyalnya cukup bagus terdeteksi di WiFi laptop. Tapi jika anda menggunakan omni 11 dbi yang lebih kecil maka untuk ketinggian di atas masih dalam jangkuan sudut pancar, hingga laptop bisa terhubung dengan AP.

contoh beamwidth antena sectoral 17 dBi 90°
Berbeda dengan antena omni, antena sectoral sudut pancar vertikalnya bisa tegak lurus, jadi jika antena dipasang seperti kasus di atas, klien dengan menggunakan laptop di atas tanah atau lantai bawah masih bisa konek dengan AP walau jarak kurang dari 20m hingga pas di bawah tower.
Read more »

Thursday, March 31, 2011

Facebook Luncurkan 'facebook places'


Akhirnya Facebook secara resmi mengumumkan fitur berbasis lokasi mereka, Facebook Places, yang memungkinkan pengguna untuk membagikan informasi tentang dimana Anda sekarang berada pada teman atau relasi Anda secara real time lewat perangkat bergerak.


Saat ini Facebook Places baru tersedia untuk para pengguna Facebook di United States saja, tetapi Facebook menjelaskan bahwa mereka akan segera menambahkan jumlah negara yang bisa mengakses Facebook Places.
Facebook Places juga baru bisa diakses melalui aplikasi terbaru dari Facebook iPhone App atau touch.facebook.com untuk ponsel yang mendukung HTML 5 serta geolocation.

Apa saja yang bisa dilakukan pengguna dengan fitur lokasi dari Facebook ini? Dari rilis resmi mereka, Facebook mengatakan bahwa setelah pengguna mengakses Facebook dari iPhone Facebook App atau touch.facebook.com, mereka tinggal melakukan tap pada tombol ‘Check in’, setelah itu pengguna akan melihat daftar lokasi yang ada disekitar mereka.
Pengguna bisa langsung melakukan check in atas lokasi tertentu atau melakukan pencarian jika lokasi yang diinginkan tidak muncul.

Setelah melakukan check in maka aktivitas ini akan muncul di News Feed serta di aktivitas terbaru di halaman web dari lokasi tersebut.
Akan ada area bernama ‘People Here Now’ yang memungkinkan pengguna untuk melihat pengguna lain yang melakukan check in di lokasi yang sama.
Area ini akan muncul pada waktu tertentu dan hanya pada pengguna yang berada di lokasi yang sama. Facebook juga memberikan fasilitas tag pada fitur Places ini seperti yang kini bisa dilakukan pada status atau foto.


Untuk masalah privasi, Facebook menjelaskan bahwa pengguna punya kontrol penuh atas fitur lokasi ini, karena mereka bisa mengatur dan memilih dengan siapa mereka akan berbagi lokasi.
Sama juga dengan fitur tag, pengguna bisa melakukan tag hanya jika pengaturan mereka mengijinkan hal ini, dan mereka yang mendapatkan tag akan mendapatkan notifikasi baik di akun Facebook maupun di perangkat bergerak yang digunakan.

Dan untuk masalah privasi dari aplikasi pihak ketiga, seperti halnya yang telah berjalan saat ini, aplikasi yang berhubungan dengan Facebook Places ini juga harus mendapatkan persetujuan dari pengguna sebelum bisa mengakses informasi dari akun pengguna

Seperti yang dituliskan TechCrunch, Facebook Places ini dikatakan oleh Mark Zuckerberg bertujuan untuk membantu pengguna dalam membagikan informasi tentang dimana lokasi mereka berada pada relasi yang ada di Facebook, membantu untuk melihat siapa saja yang berada di lokasi yang sama pada waktu yang bersamaan, serta melihat kejadian apa saja yang terjadi di dekat pengguna tertentu.

Facebook juga dikabarkan akan bekerjasama dengan layanan berbasis lokasi lain seperti Foursquare, Gowalla, Yelp dan Booyah, yang masing-masing akan menerapkan integrasi layanan mereka dengan Facebook Places.

Dari tujuan fungsi layanan lokasi Facebook ini, bagi saya sebenarnya menarik, dengan pengguna yang cukup luas, selain melihat aktivitas pengguna lain nantinya kita bisa memudahkan untuk melakukan pertemuan dengan relasi tertentu, atau kita bisa bertemu dengan teman lama di sebuah tempat yang kebetulan sedang sama-sama didatangi. Artinya untuk mendukung produktivitas, jejaring sosial sebenarnya bisa dimaksimalkan, namun tidak semua pengguna menggunakan Facebook dengan tujuan yang sama.

Jumlah pengguna yang kini mencapai 500 juta adalah jumlah yang besar, dan didalamnya ada berbagai macam tipe pengguna yang masing-masing punya tujuan mereka sendiri. Namun tetap saja menarik untuk melihat bagaimana pengguna akan memanfaatkan fitur lokasi dari Facebook ini, di satu sisi ada yang perhatian dengan masalah privasi, tetapi di sisi lain, saya yakin akan ada juga pengguna yang dengan senang hati membagikan informasi tentang lokasi dimana mereka berada pada jaringan mereka di Facebook dan dunia. Belum lagi peluang yang bisa didapatkan dari sisi bisnis, misalnya check in di tempat makan atau lokasi bisnis lain.

Sebagai salah satu penguna Facebook yang cukup masif serta pengadopsi layanan berbasis lokasi yang cukup besar, salah satunya atas Foursquare, terus terang saya tidak sabar untuk melihat fitur lokasi Facebook ini digunakan bagi pengguna Indonesia. Apakah fitur ini akan menggeser popularitas pengguna Foursquare di Indonesia atau akan saling mendukung, karena toh mereka juga menjalin kerjasama, dan bagaimankah efeknya atas layanan berbasis lokasi lain, misalnya Koprol?

Meski belum bisa menggunakan layanan lokasi dari Facebook, tetapi sepertinya akan cukup menarik untuk membicarakan kemungkinan adaptasi fitur lokasi ini di Indonesia, bagaimana pendapat Anda? Apakah Facebook Places akan diadaptasi dengan masif oleh pengguna Facebook lokal? Bagaimana dengan layanan sejenis yang tidak bekerjasama dengan Facebook, misalnya seperti Koprol
Read more »

Friday, March 25, 2011

KEMAJUAN TEKNOLOGI WIRELESS

 

History of Wireless Network Technology
Wireless Networks :

- Wireless Data Network :
(a) WirelesPAN
(b) WirelesLAN
(c) Wireless MAN / WiMAX
(d) Wireless WAN

- Wireless Telephony
- Cellular Network


Perkembangan Teknologi Wireless Network

PerkembanganTeknologiWireless Network :
Radio, televisi, mobile telepon, sistimkomunikasisatelit

Perkembanganselanjutnya:

Broadband Wireless Networking, cellular telephony GuglielmoMarconi menciptakan wireless telegraph padatahun1896 Awal dimulainya komunikasi menggunakan karakter-karakter alphanumeric yang di kodekan menjadi sinyal analog.pengiriman sinyal telegrafik melalui Samudra AtlantikKomunikasi via satelit,dikenalkan pada tahun 1960.


Mengapa kearah Teknologi Broadband ?

Kecepatan data yang tinggi hanya bisa didapatkan dengan menggunakan teknologi broadband
Contoh: grafik, video, audio
Tingkat kenyamanan terpenuhi dan biaya bisa dikurangi, jika sama-sama menggunakan teknologi wireless
- Layanan bisa tersebar merata dibandingkan layanan fixed / wired
- Mengurangi biaya pemasangan kabel
- Layanan bersifat mobile, dan bisa dilakukan dimana saja.

Wireless Data Network

Menggunakan Band Frekuensi Unlicenced ISM (Industrial Scientific and Medical)2,4 GHz, bahkanadayang 5 GHz Unlicenced tanpa perlu lisensi untuk stasiun radio
Menggunakan teknologi point to point spread spectrum

Untuk mentransmisikan datanyaTeknologi Spread Spectrum :

- FHSS (Frequency Hopping SS)
- DSS (Direct-Sequence SS)
- OFDM (OrtogonalFrequency Division Multiplexing)


Teknologi Spread Spectrum

1. FHSS

Diperkenalkan oleh Lamar dan Antheil untuk teknologi pengiriman data di medan perang. Sebuah sinyal radio dibagi menjadi segment-segment kecil, selanjutnya meng-”hop”kan satu frekuensi ke frekuensi yang lain beberapa kali per detik untuk men- transmisi-kan segment-segment nya. Untukstandart802.11 lama, frekuensi unlicenced 2,4 GHz dibagi menjadi 75 sub kanal, masing-masing lebarnya 1 MHz

Kelemahan
Mudah terjadi interferensi karena mengubah-ubah carrier sinyal beberapakali dalam 1 detik

2. DSSS

- Menggunakan alokasi frekuensi dengan lebar 22 MHz.
- Tidak perlu adanya frequency hopping, setiap link hanya menggunakan1 channel
- Daya yang diperlukan untuk men-transmisi-kan data lebih kecil dari pada frequency hopping (hanya0,1, dBm)
DSS transmitter membagibit-bit data yang akan dikirim kedalam bentuk chip. Di sisi terima, chip-chip direkonstruksi kembali. Penerima juga akan mengidentifikasi noise dan membuangnya sebelum sinyal di-dekode-kan.



3. OFDM
Bit-bit data ditransmisikan menjadi52 bit stream paralel, masing-masing bit stream menempati subcarrier. 4 bit stream digunakan sebagaipilot data bagi 48 bit stream lainnya untuk mengurangi interferensi. Karena menggunakan 52 subcarrier yang berbeda dan ditransmisikan secara paralel, maka kecepatan datanya besar.802.11a membagi 20 MHz alokasi frekuensinya menjadi 52 subcarrier, yang masing masing mempunyai lebar 300 kHz. Setiap subcarrier membawa 8 bit data.



Wireless PAN (Wireless Personal Area Network)
- Alokasi bandwidth 2,4 GHz
- Power Management: Konsumsi Arus rendah(20 mW)
- Range: 0-10 meters
- Kecepatan: 19.2 -100 Kbps (actual)
- Ukuran kecil, kira-kira0.5 inch persegi, tanpa antenna
- Low Cost: langsung ke target device
- Boleh ada overlap dari multiple networks pada area yang sama
- Satu jaringan bisa support untuk minimum 16 device
- Standard WPAN : 802.15

Teknologi Wireless PAN

Bluetooth
- Menggunakan alokasi bandwidth Unlicenced ISM 2,4 GHz, dan pengiriman data dengan teknologi radio FHSS
- Modulasi : Gaussian Frequency Shift Keying (GFSK)
- Kecepatan pengiriman data 1 Mbps.
- Bisa menghubungkan dan bertukar data antar peralatan seperti Mobile Phone, telephone, laptop, PC, printer, penerima Global Positioning System (GPS, kamera digital dan konsole video).
- Spesifikasi Bluetooth diatur oleh Bluetooth SIG (Special Interest Group)

Aplikasi Bluetooth

- Wireless control dan komunikasi antar mobile phone dan headset hands free
- Wireless networking antar PC dalam ruang terbatas
- Wireless communication antara input PC dan peralatan outputnya, seperti mouse, keyboard dan printer
- Pengganti komunikasi kabel serial pada peralatan pengukuran, penerima GPS, peralatan medis, bar code scanner dan peralatan traffic control
- Dial-Up Intenet Acees pada PC atau PDA menggunakan mobile phone sebagai modem

IrDA

- Populer pada akhir 1990 sampai awal 2000an untuk laptopdan desktop
- Sekarang sudah digantikan dengan teknologi Bluetooth dan WiFi
- Tidak perlu menggunakan Direct Line of Sight
- Masih digunakan untuk lingkungan terutama yang sangat rentan terhadap interferensi, jika menggunakan teknologi wireless berbasis radio, contoh: remote control TV

Zigbee

- ZigBee adalah spesifikasi untuk protokol komunikasi level tinggi
- Biasanya digunakan untuk standard WPAN 802.15.4-2003 menggunakan low-power radio digital.
- ZigBee dikhususkan untuk aplikasi-aplikasi RF yang memerlukan kecepatan data rendah, waktu hidup baterei lama, dan jaringan yang aman.
- Beroperasi pada ISM bandwidth; 868 MHz di Europe, 915 MHz di the USA dan Australia, dan 2.4 GHz di seluruh dunia



Wireless LAN (Wireless Local Area Network)-
WirelessLAN meng-interkoneksi-kan bermacam-macam peralatan dengan media
- Traditional Wireless LANs–Kecepatan data 1 to 20 Mbps
- High-speed Wireless LANS–Kecepatandata 100 Mbps
- Standards untuk Wireless LANS adalah WI-FI (Wireless Fidelity) 802.11a,b dan g
- Bermasalah dalam hal addressing (untukIPv4)


Wireless MAN (Wireless Metropolitan Area Network)

- Teknik jaringan switched dan point to point yang digunakan pada Wireless WAN tidak mencukupi untuk scope organisasi yang besar
- Perlu kapasitas tinggi dan biaya rendah yang bisa meng-cover area besar
- MAN menyediakan:–Layanan untuk pelanggan diarea metropolitan–Kapasitas cukup besar Biaya rendah dan efisiensi lebih besar dibandingkan dengan layanan sejenis dengan media teleponi.
- Standards untukWireless MAN adalah WI-MAX

WiMAX
kependekan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access
- Teknologi telekomunikasi yang menyediakan transmisi wireless untuk pengiriman data, dengan beberapa mode, mulai dari point to multipoint, sampai portable dan fully mobile.
- Kecepatan data sampai 3 MBps.
- Menggunakan standarisasi IEEE 802.16
- Juga dikenal sebagai Teknologi Broadband Wireless Access.

Alokasi Frekuensi

WiMAX Spectrum Owner Alliance(WISOA) merupakan organisasi pemilik spectrum WiMAX. WISOA bertugas membuat regulasi, mengkomersialisasi- kan dan mengembangkan spectrum WiMAX pada range 2,3 –2,5 GHz dan 3,4 –3,5 GHz.
WISOA bergabung dengan Wireless Broadband Alliance sejak April 2008 Di Indonesia, berdasarkan aturan-aturan Kementerian(Postel dan Kominfo) dan 3 badan pengatur frekuensi, ditetapkan bahwa spectrum frekuensi yang digunakan untuk Wireless Broadband ada2 jenis:
- 2,3 GHz untuk WiMAX standart 802.16e
- 3,3 GHz untuk WiMAX standart 802.16d



Aplikasi WiMAX

- Mengkoneksikan hotspot-hotspot Wi-FI ke Internet
- Penyediakan jalur alternatif Wireless untuk akses broadband
- Menyediakan layanan data dan telekomunikasi’
- Menyediakan sumber interkonektifitas internet sebagai bagian dari perencanaan bisnis berkesinambungan.
- Menyediakan konektifitas portabel


Perbandingan WiMAX dan WiFi

- WiMAX menggunakan spektrum berlisensi untuk melakukan konektifitas point-to-point di Internet.
- WiFi menggunakan unlicenced spectrum untuk pengaksesan jaringannya.
- WiMAX menggunakan mekanisme berbasis koneksi antara Base Stationdan peralatan user. Masing-masing koneksi berbasis algoritma scheduling.
- WiFi menggunakan mekanisme sama dengan fixed Ethernet, dimana paket-paket diterima dengan prioritas berbeda, tergantung cara pengirimannya.
- Wi-Fi berjalan pada protokol MAC, yaitu CSMA/CA yang connectionless orienteddan contentionbased.
- WiMAX berjalan pada protokol MAC yang connection oriented
- Baik 802.11 maupun 802.16 mendefinisikan Peer-to-Peer (P2P) dan jaringan Adhoc, dimana user berkomunikasi dengan user lain atau dengan server di LAN yang lain menggunakan Access Pointatau Base Station.

Read more »

Monday, March 21, 2011

Setting Jaringan HOTSPOT.Cave/Hotel dan Rt-rw.net


Ingin buat hotspot untuk promosi kafe, hotel, atau tempat sejenis? sekarang memang jamannya untuk promosi kafe dengan menggunakan hotspot, dimana-mana saya liat kebanyakan (tapi masih jarang) kafe menyediakan hotspot gratis. Sebenarnya ini salah satu trik bisnis menarik pembeli saja… biar kelihatan keren… “wah si A online dari pasar minggu, gratis!” dan si pemilik kafe pun tersenyum lebar karena kafenya jadi terkenal… tapi gak masalah… bukan itu yang akan kita bahas. Yang akan kita bahas adalah memahami dan bagaimana membangun jaringan hotspot sendiri. Sama dengan basic dasar jaringan, hotspot juga intinya sama.  Bedanya hanya hotspot ini menggunakan media tanpa kabel. Gak ada yang istimewa dengan jaringan tanpa kabel ini kecuali hanyalah kebebasan dimana saja (repot kan harus narik kabel) bisa digunakan asal masih dalam range/cakupan/jangkauan. Alat yang diperlukan juga nggak perlu canggih-canggih banget, cukup dengan seperangkat alat solat (lho) maksudnya alat wireles yang bisa receive(gak wajib) dan broadcast selesai deh perkara. Dalam hal ini bisa saja beragam alat digunakan tapi umumnya menggunakan akses point (AP).
access-points
Referensi AP dan setingannya silahkan baca BUKU PANDUAN yaaa.. biasanya pembelian AP disertai buku panduan jadi mohon dibaca biar tau cara settingnya, Untuk pengamanan bisa menggunakan  cara manual sniffer untuk mengecek lalu lintas traffic, kalau mau lebih aman lagi batasi dengan MAC address. Biar lebih mudah dipahami dan masuk dengan sempurna ke otak mending lihat gambar ilustrasi ini deh biar mantep…
hotspot
Ini cuma contoh ilustrasi saja bagaimana sebenarnya alur jaringan bekerja. Dalam gambar saya beri contoh akses internet dari speedy lalu ke modem lalu dari modem ke akses point (AP) akses point broadcast lalu netbook, notebook, handphone atau alat apa saja yang memiliki wifi yang masuk dalam range bisa mendapatkan signal yang dipancarkan AP.
Mudah bukan memahami bagaimana jaringan hotspot bekerja? ya sudah kalau paham dan punya alat buat saja hehehe… untuk hotspot yang komersial alias berbayar mungkin/wajib perlu tambahan billing hotspot dan pengamanan yang ketat (taulah sifat dasar manusia pengennya gratisan), umumnya program biling hotspot tidak gratisan ada kok yang jual… :D
Adapun peralatan dan syarat yang harus kita penuhi antara lain:
  1. Router/AP Wi-Fi (Referensi hardware bisa dilihat di http://www.alnect.net/product.php?/4/20/29/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&_Router/bylprice).
  2. Koneksi internet (Bisa dari beragam ISP yang tersedia di daerah masing-masing, bisa juga menggunakan provider GSM/CDMA)
  3. Sebuah PC sebagai server (Optional, khusus untuk Wi-Fi yang berbasis komersial/berbayar)
  4. Sedikit pengetahuan tentang jaringan.
Langkah pertama belilah salah satu peralatan untuk Router/AP wi-fi ini (kalau bisa di tempat referensi karena bagus pelayanannya).
Langkah kedua asumsikan bahwa anda telah mempunyai akses internet (dalam sample ini saya menggunakan telkomspeedy). Langkah ketiga aturlah jaringan kalian menurut topologi yang sesuai dengan jaringan masing-masing.
SAMPLE:
  1. Router/Modem saya menggunakan IP 192.168.1.1
  2. Router/AP Wi-fi Saya menggunakan IP 192.168.1.3 dengan gateway 192.168.2
  3. Server/Billing saya menggunakan 2 NIC yang pertama IP 192.168.1.2 dengan gateway 192.168.1.1, yang kedua IP 192.168.1.254 dengan gateway 192.168.1.1 (Asumsikan kedua NIC mempunyai akses internet karena untuk HotSpot berbasis komersial/berbayar membutuhkan sebuah gateway komputer sebagai pencatat billing, begitu juga untuk jaringan LAN membutuhkan billing untuk warnet).
  4. Client 1 sampai dengan 10 menggunakan IP Static mulai dari 192.168.1.4 – 192.168.14 dengan gateway 192.168.1.1 (IP billing 192.168.1.254)
  5. Client A, PSP, dan Handphone menggunakan DHCP server dari IP 192.168.1.99 dengan range IP mulai dari 192.168.1.15 – 192.168.1.253 (IP billing 192.168.1.2)
Langkah keempat, setelah jaringan kalian asumsikan benar dan berfungsi  dengan benar sebenarnya jaringan HotSpot dan warnet sudah siap. Tinggal kalian melakukan setting DHCP server di router/AP Wi-Fi contohnya seperti ini:
SAMPLE:
Gambar di atas di asumsikan DHCP server akan memberikan IP secara otomatis jika ada client yang terhubung dari range 192.168.1.100 – 192.168.1.199 Setingan gateway dan DNS sebenarnya bisa saja di kosongkan tapi kalau ada yang terkendala dengan koneksi internet setelah terhubung coba di sesuaikan dengan setting jaringan masing-masing.
Langkah kelima hotspot kalian sudah siap untuk digunakan oleh orang umum.
Untuk yang menginginkan keamanan lebih bisa mencoba menerapkan teknik firewall yang ada, defaultnya router/AP wi-fi yang saya beli kemarin sudah menyediakan fasilitas keamanan yang baik seperti contohnya proteksi IP, proteksi MAC, dan manajemen block domain. Meskipun tidak 100% aman dengan menggunakan fasilitas ini keamanan hotspot akan lebih satu tingkat di atas hotspot yang terbuka untuk umum.
Untuk yang ingin lebih aman lagi di atas satu tingkat bisa menerapkan wireless security menggunakan WPA-PSK atau WPA2-PSK, setting ini akan menyebabkan client yang ingin terhubung ke hotspot harus memasukkan password. bisa juga menggunakan MAC filter, atau fasilitas binding IP/MAC.
Khusus untuk hotspot komersial/berbayar ada baiknya kita membuka sampai lebih dalam lagi tentang billing. Untuk billing warnet mungkin tidak akan menemui kendala karena saya yakin sudah paham rata-rata. Khusus untuk billing HotSpot ini karena program-nya masih terbatas akan saya coba jelaskan dengan billing Antamedia HotSpot.
Topologi jaringan yang di anjurkan Antamedia HotSpot ada 3 yaitu bisa kalian lihat sendiri di Topologi 1, Topologi 2, dan Topologi 3. Semua topologi memiliki kelebihan dan kekurangan serta banyaknya jumlah client yang bisa di layani jadi sebaiknya kalian baca dan pahami dengan benar sebelum membangun toplogi.
Dalam SAMPLE nyata penggunaan topologi saya di atas jaringan saya mampu melayani kurang lebih 150 client. Seting billing Antamedia terbilang cukup mudah saya menggunakan NIC 192.168.1.2 sebagai gateway HotSpot. Dalam percobaan dalam realita nyata saya tidak menemui kendala berarti, kedua jaringan saling berhubungan dan berfungsi dengan baik.
Read more »

Antena Omni Slotted 2.4GHz 19dBi 360

Omni Slotted Antenna ini merupakan salah satu antenna omnidirectional untuk memancarkan signal Wireless Lan 2,4 GHz baik type B atau G kesegala arah dengan polarisasi horizontal. Memiliki kemampuan yang sangat bagus dan mampu meningkatkan jangkauan yang lebih jauh. Karena kehandalannya, maka antenna ini sangat cocok digunakan untuk antenna WISP, maupun antenna Rt-Rw Net anda.

Antenna Omni Slotted ini memiliki Performa yang bagus dengan polarisasi horizontal.
Sangat cocok digunakan untuk antenna Aksespoint, Hotspot, atau Rt-Rw Net anda pada daerah dengan tingkat interfensi tunggi dan coverage area yang luas.

INFO PENGGUNA :

Informasi terakhir dengan tinggi antenna 40 meter, antenna ini bisa diakses hingga jarak lebih dari 9,5 Km dan didapatkan RSSI -77 dbm.
Hasil tersebut masih sangat bagus, karena rata-rata Receive Sensitivity Wireless Lan adalah -88 dbm.
APLIKASI PENGGUNAAN :
* Applications: 2.4 GHz ISM Band
* IEEE 802.11b, 802.11g, 802.11n Wireless LAN
* Bluetooth®
* Public Wireless Hotspot
* WiFi
* Wireless Video Systems
* Multipoint Applications
Spesifikasi:
* Frekwensi : 2.4-2.5 GHz
* Azimuth : 360 Degree
* Gain : 19 dBi
* Polarisasi : Horizontal
* Aplication : Outdoor Long directional Connection
* Beam width : 30*H, 25*V
* VSWR : <1.24
* Impedance : 50 Ohm
* Dimension :147 Cm x 10 Cm x 4,6 Cm
* Berat : 2,5 Kg
* Connector : N TYPE Female
Isi Paket:
* Antenna
* Bracket Antenna
Pemasangan:
Pemasangan antenna ini relatif mudah, seperti pemasangan antenna yang lain. Hanya saja karena antenna ini memiliki polarisasi Horizontal, maka antenna klien pun harus dipasang secara horizontal pula seperti gambar dibawah.


Read more »

Sunday, March 6, 2011

10 ways to use social networking tools to promote your business

Takeaway: Social networking sites provide unprecedented opportunities to get the word out about yourself and your business. Unfortunately, many people don’t have a clue how to use these tools effectively. Deb Shinder offers 10 practical suggestions.
Social networking tools, such as Facebook, Twitter, Windows Live, and Google Buzz, are great for keeping in touch with friends and family and having fun. Once banned from the business world, they are now being allowed or even embraced on many company networks. Some employees use social networking as a quick break from work. Studies have shown that taking short breaks can make workers more productive, and hopping over to your Facebook page for five minutes to check friends’ activities can be a quick and efficient way to “get away” mentally, even if you need to stay physically in place.
Other people are going further and using social networks to build business relationships with colleagues and potential clients. LinkedIn is specifically targeted to that audience. And some are taking it further still and using social networking sites to actively promote themselves and their businesses. This can be particularly effective for self-employed people, such as consultants, writers, and trainers. Many more would like to utilize these tools to increase their business presence but aren’t sure how to go about it. In this article, we’ll look at ways — beyond the obvious — to enhance your reputation (and your company’s) through social networking. After all, it’s long been recognized that word of mouth is one of the best forms of advertising, and social networking is just an online extension of that.
Note: This article is also available as a PDF download.

1: Just showing up is not enough

There’s a saying that “Just showing up is half the battle.” But it’s important to remember that it’s only half. Too many people get stuck at that point. They show up; they set up accounts on a dozen or more social networks — but then they let them languish and never post. People check those sites, see no new content, and after a while give up. Having a “dead” page is worse than having no page at all. The primary reason people let their social networking sites die is lack of time. Be sure you have the time to devote before you set up a business-oriented site, and have a posting plan (for example, a reminder to yourself to post something every other day). Stick to the plan! Many people get overwhelmed because they take on too many social networks at once. If your time is limited, choose just a few (for example, Facebook, LinkedIn, and Twitter).

2: Just because you build it, that doesn’t mean they’ll come

Even if you faithfully update your social networking pages every day and blast out clever and useful tweets from morning ’til night, it doesn’t matter much unless you have followers and friends to see those promotional masterpieces. Before you can use your social networking sites to promote yourself and your business, you need to promote those social networking sites themselves. Privacy is a big issue when you’re sharing personal information on social sites, but for business, the more open your site is, the better. To get maximum exposure, configure your privacy settings to let everyone see what you post, not just the people who are already your followers or friends. But before you do that, be sure to read the next item in this list.

3: Separate your business and personal online lives

If you’re serious about promoting your business self, you need to set up a separate social networking “place” for business-related posts. I have separate Twitter accounts for different purposes and one Facebook account for friends and family with another one for my readers and business colleagues. Another alternative is to use one social network (such as Facebook) for socializing and another (such as LinkedIn) for all your business networking. The key here is that you want to present yourself as a professional when promoting your business, and it’s hard to do that if your old college buddies are posting things on your wall about all the hard partying you did when you were in school.

4: Use aggregator apps to better manage your social networks

One way to manage your social networking accounts is to visit each site on a daily or other regularly scheduled basis. An easier way is to use tools such as TweetDeck that let you see and manage multiple SN accounts all at once, without going to the Web sites and logging in each time. It’s a great time aver and lets you see all your updates “at a glance” in different columns, as shown in Figure A. When you’re doing it all from one app, it’s much easier to remember to post to all of your social networks on schedule.

Figure A


Aggregator apps let you manage multiple social networks at once.

5: Don’t flood the market

Posting regularly is important, but it’s just as important not to over-post. If you use an aggregator app that makes posting easy, you might be especially tempted to fire it up in the morning and send out five or 10 posts all at once on all your networks. It’s much better to space them out throughout the day, so that your followers and friends don’t get overwhelmed or lose interest in what you have to say after seeing several posts in a row from you. Facebook, for example, will hide some of the posts in your friends’ feed if there are many in a row from the same person, so they might not even see them all if they don’t explicitly click the link to see more. A nice feature in TweetDeck (the PC version, not the more limited iPhone/iPad version) is that you can enter a post and then schedule it to be posted later, as shown in Figure B.

Figure B


Some clients, such as TweetDeck, allow you to schedule updates to be posted later.

6: It’s not all about you

Maybe you think that since you’re promoting yourself (or your business), all you need to do is post about what you’re doing. I see people who put out post after post about themselves but never seem to participate in the discussions or otherwise indicate that they’re also reading their friends’ posts. Social networking is designed to be interactive — it’s most effective when you don’t just use it as a broadcast medium for one-to-many messages, but also truly interact with your contacts. That means letting them know that you’re reading their posts, whether by posting comments, hitting the Like link, retweeting their relevant posts, or sending direct messages. This is the way you really connect — and it’s those two-way connections that are most likely to benefit your career or business.

7: Strike a balance

The content of your posts counts. While you shouldn’t get too personal, you shouldn’t be too business-like, either. That is, your contacts don’t want to just see post after post about the product or service you provide, until it seems that it’s just spam. They’ll unfollow or “hide” you pretty quickly if that happens. Let your business associates get to know you a little — the professional you, that is. Post occasionally about your activities that are relevant to your business. For instance, you can post the funny story about what happened to you on the plane on the way to a business conference. Or you can post about the great book you just read about your area of expertise. Even though these don’t directly promote your business, they provide a glimpse of you as a person, without getting overly personal. People like to do business with people they know.

8: Don’t just link

Some people use their social networking sites to post links — lots and lots of links. When those links are relevant to your business, that’s great, but it’s not enough. Think of how you feel when you go to a Web site that’s nothing but links to other Web sites. Do you see that site as a real resource or just as a way station for getting to the real resources? Use the link as a way to highlight your own expertise and opinions and to (subtly) help promote yourself. If you find a great article about a topic in your field of interest/work, instead of just tweeting the URL, post the URL in your blog along with a one- or two-paragraph summary of your thoughts about the article. What parts are best? Are there statements made with which you disagree? Can you give a real-world example of some concept the article discusses? Then your tweets and FB posts can point to your blog post instead of the original article, which gets you more hits on your blog and more important, makes the readers think of you more as a collaborator/content provider/expert commentator rather than just someone who posted a URL.

9: Dress it up with multimedia

Sometimes, words just aren’t enough — and often they don’t stick in a person’s mind nearly as long, nor as positively, as visual images do. Today’s social networking services make it easy to dress up your posts with more than just text, and those features aren’t just for sharing pictures of your pets and your family vacation. Are you a consultant, posting about a recent high-profile project? Add a few photos taken onsite (with the permission of the client, of course — who’s likely to be happy to get the free advertising). If a picture is worth a thousand words, what’s a video worth? Want to promote your reputation as a freelance software developer? How about a video tutorial showing what your latest app can do?

10: Use paid advertising wisely

Many of the social networking sites, such as Facebook, support themselves by taking paid advertising. You can buy an ad; the advantage of this is that it will appear on the pages of people you don’t know. It’s a way to introduce yourself and your business to strangers without sending them friend requests (which many will ignore and consider rude coming from people they don’t know). The key here is to make the ad interesting and intriguing enough to draw them to your own site. Otherwise, it will be ignored, as most online advertising is.



Read more »

Wireless Network Solutions

Surveying and Planning

AirMagnet Survey PlannerSurvey Planner
Design your WLAN infrastructure from the ground up. Determine the correct number, placement, and configuration of APs required to deliver full coverage for all end users.
Survey Pro
Build the ideal wireless LAN by capturing live RF data during your site survey and simulating accurate "what-if" scenarios. Includes Survey.
Spectrum Analyzer
Anytime, anywhere layer 1 troubleshooting. With Spectrum Analyzer, gain true intelligence into Layer 1 of your WLAN.
AirMagnet Laptop and HandheldSecurity and Performance Analysis
Laptop and Handheld
Make sense of end-user complaints to quickly resolve performance problems, while automatically detecting hundreds of network vulnerabilities and security threats.
AirMagnet VoFi
Automatically identify the root causes of Voice over Wi-Fi problems.
Enterprise
When security is critical and resources are precious, get dedicated, continuous monitoring of all your locations with this highly-scaleable "smart-edge" sensor architecture.
Pricing and Availability
For more detailed information, product configurations, and pricing, contact Frederick Engineering, Inc. toll free at 888-866-9001 or outside the U.S. at 410-789-7890. Click here to e-Mail us for more information.
Our Promise
For nearly 25 years, Frederick Engineering, Inc. has built a solid reputation for developing strong relationships with our customers by providing them with quality solutions and ongoing support.
Read more »

Thursday, February 17, 2011

WAJAN BOLIC SOLUTION

 MURAH MERIAH DENGAN WAJAN BOLIC

hari gini internet bukan lg suatu  hal yg dianggap mewah atau dianggap lux. siapa pun dari kalangan manapun sdh bisa menikmati layanan tsb, baik melalui ponsel atau PC yg terkoneksi. belum lg yg tersedia di warnet-warnet yg makin menjamur diseluruh pelosok. solusi lain adalah menikmati internet sembari nyantai dirumah via ISP yg tersedia baik Free atau harus jadi members dulu alias langganan.Wajan bolic adalah solusi murah meriah




            Wajan Bolic solusi internet tanpa batas .
 Bisa anda dpt kan dgn membeli yg sudah jadi atau menguji kreativitas atau membuatnya sendiri.
jika minat anda bikin sendiri dibawah ini kami berikan sedikit info cara dan berikut bahan-bahannya
 
              Alat dan Bahan :
· Wajan diameter 36 atau lebih cm         1 buah
· Paralon 3” inch                                    30 cm
· Pipa Paralon Kecil                                25 cm
· Doff 3” inch                                        2 buah
· Doff Pipa Kecil                                    1 buah
· Alumunium Foil                                   secukupnya
· Kabel USB                                           1 buah
· Kabel UTP                                           15-20m
· USB Wireless                                      1 buah
· Lakban                                         
· Double Tip                                   
· Baut 13                                       
· Gunting
· Cutter
· Penggaris

        Langkah Kerja :

1. Proses Pembuatan Wajan Bolic
a. Siapkan semua bahan dan peralatan yang dibutuhkan.

Bahan Dasar Wajan Bolic

 Potong PVC paralon sepanjang 30 cm, kemudian beri tanda untuk jarak titik fokusnya (daerah
 bebas aluminium foil). Untuk menentukan jarak titik fokusnya yaitu:

 gunakan rumus di bawah ini
F = D2/(16 x d) Dimana F = Titik Fokus Wajan
D = Diameter Wajan
d = Kedalaman Wajan
Untuk Orang yg Malas Berhitung
Download sofware penghitung titik fokus disini

Lubangi wajan dan Doff Paralon tepat di tengah wajan tersebut dan dipinggirnya (sebagai
jalur dari kabel USB Ekstender) seukuran baut 12 atau 14. Demikian juga halnya pada Doff
pipa kecil bagian tengahnya juga dilubangi. Buat lubang jalur kabel USB Ekstender pada pipa kecil (Pipa tempat meletakkan USB Wireless)
Pipa Kecil Tempat Wireless Diletakkan
Tutup bagian feeder pada pada pipa paralon (dari titik fokus ke ujung pipa paralon) dan Doff 3”
yang akan diletakkan pada ujung paralon dengan Alumunium foil.
Pipa Paralon yang Ditutupi Aluminium Foil Tutup bagian ujung paralon yang telah dibungkus aluminium foil dengan Doff 3” bagian atas
(Doff yang telah di tempeli aluminium foil)
Masukkan kabel UTP pada wajan, Doff 3”, dan pipa kecil melalui jalur kabel yang telah dibuat.
Jalur Pengkabelan Pada Belakang Wajan

Sambungkan kabel UTP dengan ujung potongan kabel dari kabel USB Female (bagian kabel
USB yang akan terhubung dengan USB Wireless) dengan ketentuan sebagai berikut.

WARNA KABEL UTP WARNA KABEL USB
       
Read more »

 
Powered by Blogger